Mendidik Anak Di Era Digital itu Gampang Atau Susah?

Mendidik Anak Di Era Digital itu Gampang Atau Susah?

Dengan meningkatnya penggunaan internet , kita sebagai orang tua mendapat tantangan baru bagaimana mendidik anak di era yang serba digital ini. Lalu apakah Mendidik Anak Di Era Digital itu Gampang Atau Susah? Karena terdapat perbedaan dalam dalam mendidik anak di era digital dengan mendidik anak di era terdahulu yang dilakukan oleh Generasi X dan Baby Boomer. Untuk menjawab pertanyaan itu ada baiknya ibu dan para calon ibu mencari informasi sebanyak- banyaknya dalam mempersiapkan diri untuk mengasuh dan membesarkan anak di era digital ini.

Mendidik Anak Di Era Digital itu Gampang Atau Susah?

 

Kebanyakan pasangan yang akan menikah belum memikirkan tentang bagaimana membesarkan dan mendidik anak nanti. Sebagian besar orang berpikir membesarkan dan mendidik anak adalah proses alamiah. Padahal mendidik anak itu perlu direncanakan, apalagi di era digital seperti sekarang ini. Informasi bertebaran dimana- mana, dengan sekali klik semua informasi yang kita butuhkan dapat langsung tersaji di internet. Tiap generasi memiliki cara yang berbeda dalam mengakses informasi,  sehingga memiliki perbedaan dalam menentukan pola asuh anak.

  1. Baby Boomers (Lahir pada rentang tahun < 1960)

Generasi ini disebut sebagai generasi baby boomers karena di era ini kelahiran bayi sangat tinggi. Karakter orangnya masih sangat memegang teguh prinsip & adat istiadat yang mereka anut. Sulitnya akses untuk mendapatkan informasi, membuat generasi ini memegang teguh prinsip & tradisi secara turun temurun. Pola pikirnya pun masih konservatif, mereka mempertahankan kebiasaan dan nilai-nilai tradisi yang berlaku. Sehingga tidak ada kompromi antara orang tua dan anak. Mereka cenderung keras dan kaku terhadap anak. Apa yang dikatakan orang tua harus diikuti anak tanpa kompromi.

2. Generasi X ( Tahun Kelahiran 1961- 1980)

Generasi ini cenderung suka mengambil resiko dan pengambilan keputusan yang matang akibat dari pola asuh dari generasi sebelumnya, Baby Boomers. Generasi ini cenderung lebih toleran, menerima berbagai perbedaan yang ada. Dari segi teknologi informasi, generasi ini mulai mengenal komputer sehingga generasi ini mulai berpikir secara inovatif untuk mempermudah kehidupan sehari- hari. Generasi ini masih dapat berkompromi dengan anak, sehingga masukan anak masih dapat diterima.

3. Generasi Y-  Generasi Millenial ( Tahun kelahiran 1981-1994)

Di era ini, selain komputer sudah menjamur, ditambah lagi dengan berkembangnya video gamesgadgetsmartphones dan semua kemudahan yang ditawarkan serta kecanggihan internet, membuat Generasi Y menjadi suatu generasi yang mudah mendapatkan informasi secara cepat. Mereka belajar cara mendidik anak melalui internet. Generasi berubah tantangan pola asuh juga berubah. Lain halnya dengan pola asuh milenial. Dengan adanya aneka macam pola asuh alternatif yang disajikan di media-media massa konvensional dan digital saat ini, pakem-pakem dalam membesarkan anak pun bergeser. Generasi millenial juga lebih percaya diri dalam mengasuh anak. Kini, kolaborasi antara orang tua dengan anak menjadi tren dalam mengasuh anak bagi kaum milenial.

Banyaknya informasi yang disajikan di era digital ini membuat orang tua Millenial perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan pola asuh yang sesuai dengan tantangan jaman. Kita sebagai generasi millenial perlu memperhatikan hal-hal berikut ini untuk mendidik anak- anaknya :

  1. Peran yang seimbang antara Ibu dan Ayah. Sebagian besar orang berpikir bahwa mengasuh anak adalah kewajiban utama ibu, padahal fungsi dan peran seimbang ibu dan ayah sangat penting untuk pembentukan karakter anak.
  2. Kedekatan Emosional dengan Anak. Orang tua harus dekat dengan anak dari hati ke hati. Sehingga orang tua mampu merasakan apa yang dirasakan anak begitupun sebaliknya.
  3. Tujuan Pengasuhan yang jelas. Ada baiknya orang tua mendiskusikan pola pengasuhan anak sejak anak dilahirkan. Suami istri perlu membuat kesepakatan apa saja yang akan akan diajarkan kepada anak dan bagaimana cara pendekatannya.
  4. Bersikap dan berbicara baik.  Dengan berkata baik kepada anak, membuat anak merasa dihargai dan disayangi. Menurut psikolog Elly Risman ,”Menyalahkan, memerintah, mencap, membandingkan, komunikasi seperti ini akan membuat anak merasa tak berharga, tak terbiasa memilih dan tak bisa mengambil keputusan”. Sehingga bersikap baik kepada anak harus kita biasakan agar anakpun memperlakukan orang lain dengan baik juga.
  5. Mengajarkan agama. Pendidikan agama merupakan hal yang sangat penting untuk diajarkan kepada anak sejak dini. Dengan mengajarkan anak tentang agama, dapat membangun karakternya menjadi manusia yang baik.
  6. Persiapkan anak masuk pubertas. Generasi Baby boomer dan sebagian generasi X mungkin tabu dalam membicarakan pendidikan seksual. Padahal hal ini penting, apalagi di era digital informasi dapat diakses dengan sangat mudah.
  7. Persiapkan anak masuk era digital. Perkenalkan gadget tapi batasipenggunaannya hanya di waktu tertentu. Akses internet pun perlu dibatasi untuk mencegah anak melihat situs yang tidak diinginkan. Kedepankan komunikasi sebagai pengganti gadget. Buat alternatif lain sebagai pengganti gadget, misalnya dengan mengajak dia bermain futsal, atau apa yang disukai anak.

Apakah Mendidik Anak Di Era Digital itu Gampang Atau Susah? itu ditentukan oleh persiapan kita sebagai orang tua dalam menentukan pola asuh anak- anak kita kelak. Persiapan yang matang tentunya akan menjadi bekal kita dalam mendidik anak- anak kita di era milenial ini.

Untuk informasi kebutuhan ibu dan bayi KLIK DISINI

Difani

Hi world...welcome to the journey of mom and baby. We deliver your needs as a moms, woman and wife. Stay tune

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *